
Betebetegiris.com – Rumor penutupan PUBG Mobile di Indonesia yang beredar di media sosial akhir-akhir ini telah dibantah secara resmi. Pihak Tencent Games selaku penerbit global dan tim PUBG Mobile Indonesia menegaskan bahwa game tersebut masih aktif dan terus didukung penuh untuk para pemain di Tanah Air.
Rumor tersebut muncul menyusul pembicaraan pemerintah tentang pembatasan game online bergenre kekerasan pasca-insiden ledakan di sebuah sekolah di Jakarta pada November 2025. Meski Presiden Prabowo Subianto sempat menyebut PUBG sebagai contoh game yang mungkin dibatasi, hingga saat ini belum ada keputusan resmi untuk memblokir atau menutup akses PUBG Mobile.
Klarifikasi Resmi dari Pengembang
Melalui akun resmi dan pernyataan yang disebarkan ke komunitas esports Indonesia, PUBG Mobile menegaskan komitmennya untuk terus melayani jutaan pemain di Indonesia. Turnamen resmi seperti PMPL Indonesia Spring 2026 dan event anniversary ke-8 tetap berjalan sesuai jadwal, termasuk final di Surabaya.
“Kami menghargai perhatian pemerintah terhadap dampak game online. Namun, saat ini tidak ada rencana penghentian layanan PUBG Mobile di Indonesia.” Demikian bunyi pernyataan yang dikutip dari sumber internal pengembang.
Latar Belakang Rumor Penutupan
Rumor penutupan muncul setelah pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang menyebut kemungkinan pembatasan game seperti PUBG karena unsur kekerasan dan senjata yang mudah dipelajari. Pernyataan itu terkait upaya pemerintah mencegah pengaruh negatif pada generasi muda pasca-insiden kekerasan di sekolah.
Namun, hingga April 2026, tidak ada regulasi baru yang diterapkan untuk memblokir PUBG Mobile. Game ini tetap tersedia di platform resmi dan terus menerima update konten serta event musiman.
Respons Komunitas dan Esports
Komunitas PUBG Mobile Indonesia yang sangat besar menyambut baik klarifikasi ini. Berbagai turnamen lokal dan kualifikasi nasional menuju ajang internasional terus bergulir, menunjukkan bahwa ekosistem esports game ini masih sangat aktif.
Pengamat game menilai, meski ada kekhawatiran dampak sosial, larangan total jarang menjadi solusi efektif. Pendekatan regulasi seperti rating usia dan pengawasan konten dinilai lebih tepat untuk game populer seperti PUBG Mobile.









